Antara Ustadz Firanda, Irwan Prayitno dan Buya Muhammad Elvi Syam

1293

Siapa yang tidak kenal dengan ustadz Firanda, Da’i Salafi yang menjadi salah satu pengajar di Masjid Nabawi, Kota Madinah An-Nabawiyah. Bpk. Irwan Prayitno, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat yang juga merupakan salah satu pendakwah di Sumatera Barat, dan Buya Muhammad Elvi syam yang merupakan lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi yang merupakan pembina Surau TV Padang.

Ketiga tokoh ini saat ini sangat populer khususnya di dunia Maya, Ustadz Firanda populer dengan ceramah bantahan ilmiyahnya terhadap pemikiran-pemikiran sesat dan menyimpang dari ajaran Islam, seperti : Syi’ah, Liberal dan aliran sesat lainnya. Dr. Irwan Prayitno populer dengan kemampuannya dalam memimpin dan membangun Sumatera Barat. Dan Buya Muhammad Elvi Syam populer dengan ceramahnya yang sejuk dan mendamaikan hati melalui channel Surau TV.

Berikut Profil Singkat ketiga Tokoh tersebut :

Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA

Ustadz Dr. Firanda Andirja Abidin, MA. (lahir di Surabaya, 28 Oktober 1979; umur 37 tahun), yang lebih dikenal dengan nama Firanda Andirja adalah seorang da’i dan mubalig di Indonesia yang menjadi penceramah tetap di Masjid Nabawi Arab Saudi. Disamping itu dia juga aktif menjadi narasumber di Radio Rodja dan aktif mengisi beberapa pengajian akbar di Indonesia.

Ustadz Firanda lahir di Surabaya, 28 Oktober 1979. Masa kecil, TK hingga SMA ia habiskan di Sorong, Papua, kemudian ia melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada mengambil jurusan Teknik. Di UGM ia hanya belajar dua semester saja. Lalu mengikuti tes untuk melanjutkan studi di Madjinah. Pada masa-masa selanjutnya, dia menempuh studi hingga program S3 di Universitas Islam Madinah. Menamatkan kuliah S2-nya dengan tesis أَجْوِبَةُ شَيْخِ الإِسْلاَمِ ابْنِ تَيْمِيَّةَ رحمه الله عَنِ الشُّبْهَاتِ التَّفْصِيْلِيَّةِ لِلْمُعَطِّلَةِ فِي الصِّفَاتِ الذَّاتِيَّةِ (Jawaban Ibnu Taimiyyah terhadap syubhat-syubhat terperinci yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah dzatiyah yang dilontarkan oleh para penolak sifat).

Pada bulan September 2016, menyelesaikan program doktoralnya dengan judul disertasi نقض استدلالات دعاة التعددية الدينية بالنصوص الشرعية (Membantah da’i-da’i pluralisme yang berdalil dengan Al Q’uran dan As Sunnah) dengan predikat summa cumlaude.

Ustadz Firanda aktif di berbagai kegiatan dakwah di Arab Saudi, di antaranya dia dipercaya untuk menjadi pengisi pengajian rutin berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Yang tidak semua orang diizinkan pemerintah setempat untuk menjadi pengisi kajian di sana.

Dia juga beberapa kali bertandang ke tanah air untuk mengisi tabligh akbar dan dia salah satu pengisi tetap di Radio Rodja secara jarak jauh dari kota Madinah. Dalam beberapa kesempatan dakwahnya di manhaj Salaf, sempatlah dia menulis bantahan-bantahan terhadap polemik dari Quraish Shihab, tokoh-tokoh serupa Ulil Abshar Abdalla, kaum takfiri -orang yang benar-benar sangat mudah mengkafirkan orang lain tanpa pikir panjang, dan membantah juga sejumlah tokoh haba’ib-haba’ib Indonesia yang kadangkala nyeleneh. Sampai saat ini, dia masih terus berdakwah dan mengadakan daurah ke seluruh Nusantara.

Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, SPsi, MSc

Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, SPsi, MSc (lahir di Yogyakarta, Indonesia, 20 Desember 1963; umur 53 tahun) adalah seorang akademisi pendidikan dan politisi Indonesia. Ia memulai jabatan sebagai Gubernur Sumatera Barat periode kedua pada 12 Februari 2016 setelah memenangkan pemilihan Gubernur Sumatera Barat. Sebelumnya, ia duduk di Dewan Perwakilan Rakyat tiga periode sejak 1999 dari Partai Keadilan Sejahtera. Ia dikenal sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Adzkia, tetap mengajar dan menunaikan dakwah sepanjang kariernya.

Datang dari keluarga Minangkabau, Irwan menjalani pendidikan menengah di Padang. Ia mengenal tarbiah dan terjun sebagai aktivis dakwah saat berkampus di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1982. Setelah meninggalkan status mahasiswa pada 1988, ia kembali ke Padang mendirikan Yayasan Pendidikan Adzkia. Ia sempat mengambil pekerjaan paruh waktu di bagian HRD (Human Resource Development) berbagai perusahan pemerintah dan dosen psikologi industri.

Selaku kepala daerah, ia mendapat sejumlah penghargaan dari negara. Empat tahun kepemimpinan Irwan ditandai dengan sedikitnya 137 penghargaan dari pemerintah yang diraih Sumatera Barat. Selama duduk di parlemen, ia mencurahkan pandangannya dalam penyusunan sejumlah RUU, termasuk penggunaan sumber energi alternatif panas bumi. Ia dicatat karena kemampuan melobi dan pernah menolak permintaan untuk menjadi menteri.

Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA

Buya Muhammad Elvi Syam, Lc., MA (lahir di Padang Japang, Guguak, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 11 September 1973; umur 43 tahun) adalah seorang mubalig dan dosen. Ia merupakan pendiri Yayasan Dar el-Iman Padang dan Direktur Radio Ray FM Padang dan Pendiri Surau TV Padang yang siarannya dapat dinikmati se-Indonesa melalui Satelit (Palapa D, Frekuensi 4014, Symbol Rate 7200, Polaritas Horizontal).

Buya Muhammad Elvi Syam merupakan lulusan dari Fakultas Hadits dan Studi Islam Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Saat ini beliau aktif mengisi seminar, tabligh akbar dan kajian Islam di Indonesia. Disamping itu beliau juga merupakan anggota dari Komisi Fatwa MUI Sumatera Barat, Anggota Majelis Tarjih DPW Muhammadiyah Sumatera Barat, Dai Atase Arab Saudi untuk wilayah Sumatera Barat dan Sekitarnya.

Buya Muhammad Elvi Syam terkenal dengan kajiannya yang santun dan menyejukkan hati. Buya Muhammad Elvi Syam sangat ahli dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mensyi’arkan dakwah Islam. Tercatat Buya Elvisyam mendirikan stasiun TV bernama Surau TV yang dapat ditonton di seluruh wilayah Nusantara melalui Satelit Palada D, di Frekuensi 4014, Symbol Rate : 7200, polaritas : Horizontal.

Disamping mengelola Surau TV, buya Elvi Syam juga aktif mengelola dan membina beberapa website dakwah, seperti : http://dareliman.or.id, http://suluahminang.com, http://www.surautv.com. Dengan kemampuannya tersebut dalam memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi, Buya Muhammad Elvi Syam juga didaulat menjadi salah satu Dewan Pembina ARTVISI (Asosiasi Radio dan Televisi Islam Indonesia) yang berpusat di Jakarta.

sumber: moslemtoday.com

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY