Beginilah Kisah Awal Pertemuan Ustadz Abdul Hakim Abdat dengan Ustadz Yazid Qadir Jawaz

10796

Suami cerita.

Sabtu kemaren Ustadz Abdul Hakim Abdat cerita, setelah ditanya awal pertemuan beliau dengan Ustadz Yazid Jawas.

Dari cerita beliau terungkap bahwa:
Beliau tidak menempuh jalur formal dalam pendidikannya, bahkan ketika beliau ingin masuk LIPIA beliau ditolak karena ijazah minimal harus SMA dan beliau tidak punya. Alhamdulillah dengan usaha orangtua dan kerabatnya, beliau akhirnya biidznillah bisa diterima bahkan beliau adalah LULUSAN TERBAIK di LIPIA saat itu.

Setelah beliau lulus, beliau ditawari untuk mengajar dimana mana, tapi beliau tidak mau, karena kecintaan beliau terhadap ilmu, beliau ingin tetap belajar di maktabah dan menjadi penjaga maktabah, bahkan beliau sering tidak pulang karena belajar di maktabah, sampai pihak LIPIA mendatangkan kitab kitab syaikh al albani ke maktabah karena beliau mencintai syaikh. Yah, beliau sangat mencintai ilmu dan ahli ilmu.

Beliau ingin tetap di kotanya, Jakarta.
Karena itu salah satu nasehat beliau, agar para penuntut ilmu itu kembali ke daerahnya, menyebarkan dakwah disana, dan agar dakwah tidak carut marut jika satu daerah dipegang banyak ustadz, karena tiap ustadz tentu punya metode masing masing.

Di LIPIA (sekitar tahun 1983 an) inilah beliau bertemu anak muda yang selalu membawa kertas dan pena, dialah Ustadz Yazid Jawas, mereka berdua sering bertemu dan berdiskusi di maktabah lalu bershahabat sampai sekarang.
(Bahkan sejak masalah MIAH dari tahun 2001 sampai sekarang beliau hadapi berdua).

Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dan Ustadz Yazid Jawas (semoga Allah menjaga beliau berdua) hanya seperti itu nama yang kita kenal, tidak pernah ada titel yang mengiringi namanya. Walau sebenernya mereka punya titel, punya ijazah dari syaikh dan mereka juga murid syaikh.

Teringat dulu pesan ustadz “tugas kita hanya menuntut ilmu, sedangkan menjadi ulama, nanti Allah yang akan mengangkatnya”.

Bukan titel yang mengangkat mereka berdua, bukan ijazah yang mengangkat mereka dan bukan nama besar syaikh/gurunya yang mengangkat mereka, melainkan Allah yang mengangkat mereka berdua, karena keilmuan beliau, karena keistiqomahan beliau dan dakwah beliau sejak tahun 80 an.

Beliau adalah ustadznya para ustadz, maka hendaknya kita yang baru saja mengenal manhaj salaf, jangan sekali kali engkau menghina atau mencaci beliau, karena beliau berdua telah mendahului kita dalam keutamaan, ilmu dan iman.

Baarakallahu fiikum ustadz.
Ditulis dengan pemahaman dan bahasa saya sendiri.

Sumber: Fb Wa Ode Siti Rochma

Baca Juga:
Mengenal Rekam Jejak Ustadz Yazid Qadir Jawaz
Ustadz Abdul Hakim Abdat dan Ustadz Yazid dimata Malaysia

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY