Inilah 20 Catatan Dibalik Terbentuknya Poros Saudi-Indonesia

1291

Sebuah Catatan dari Balik Layar Kunjungan Raja Salman hafizhahullah ke Indonesia


Ringkasan dan Komentar Terhadap Wawancara Bpk. Agus Maftuh Abegebriel hafizhahullah, Dubes Indonesia untuk Saudi Arabia dengan Salah Satu TV Swasta)

1. Bpk. Presiden Jokowi mengundang Raja Salman hafizhahumallah ke Indonesia.

2. Awal Pak Dubes menyampaikan undangan Bpk. Presiden Jokowi kepada Raja Salman hafizhahumallah dengan mengingatkan kepada beliau bahwa 7 Presiden Indonesia sudah berkunjung ke Saudi, maka sudah saatnya Raja Saudi melakukan kunjungan balasan, terlebih kunjungan Raja Saudi terakhir ke Indonesia sudah sangat lama yaitu kunjungan Raja Faishol rahimahullah di tahun 1970.

3. Pak Dubes juga menyampaikan bahwa tidak sedikit rakyat Indonesia yang merindukan kedatangan Raja Salman bahkan telah menganggap beliau bagaikan pemimpin yang kedua.

4. Reaksi Raja Salman sangat baik, beliau segera menulis surat untuk Pak Presiden Jokowi yang diawali dengan sebuah kalimat penghormatan: Kepada Yang Mulia Al-Akh Al-Aziz (Saudaraku yang Agung) Presiden Joko Widodo. Beliau juga menyebut Indonesia adalah negerinya yang kedua, sebuah kalimat yang menunjukkan kecintaan kepada Indonesia.

5. Saudi Arabia menganggap kunjungan ini bukan kunjungan biasa, tetapi kunjungan besar yang mereka namakan: KUNJUNGAN BESAR YANG BERSEJARAH (الزيارة الضخمة التاريخية). Karena mereka menganggap Indonesia adalah saudara dan negara besar di Asia Tenggara.

6. Telah terbentuk *POROS SAUNESIA* yang memiliki motto:

من هنا نبدأ ونتغير

*From here we start and change.*

“Dari sini kita mulai dan berubah”

Penulis berkata: Motto ini menunjukkan optimisme yang besar untuk masa depan yang lebih baik insya Allah, yang harus dimulai dengan usaha dari sekarang!

Penulis teringat pesan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk berusaha keras, optimis menatap masa depan dan selalu meminta pertolongan kepada Allah ‘azza wa jalla, sebagaimana sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam,

اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اَللَّهِ مِنْ اَلْمُؤْمِنِ اَلضَّعِيفِ, وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ, اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ, وَلَا تَعْجَزْ, وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا وَكَذَا, وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ; فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ اَلشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat imannya lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah imannya, namun pada keduanya terdapat kebaikan. Bersemangatlah dalam meraih apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan janganlah kamu lemah. Dan apabila kamu ditimpa suatu musibah, maka janganlah kamu katakan: ‘Andaikan aku melakukan yang ini, tentunya yang akan terjadi ini dan itu’, tetapi katakanlah:

قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
“Qoddarollaahu wa maa syaa fa’ala” (bisa juga dibaca: Qodarullaahi wa maa syaa fa’ala)

“Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki maka Dia melakukannya” karena sesungguhnya ucapan “Andaikan” membuka amalan setan.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

7. Pak Presiden Jokowi menyambut langsung Raja Salman di pintu pesawat sebagai penghormatan yang tinggi, yang belum pernah diberikan kepada kepala negara yang lain.

8. Kerja sama kedua negara insya Allah tertuang dalam 15 MOU.

9. Salah satu tonggak sejarah Saudi dan Indonesia akan beroperasi bersama untuk melawan Terorisme Internasional.

10. Saudi telah menyiapkan dana besar untuk membiayai proyek-proyek kerja sama tersebut.

11. Kerja sama besar ini pada umumnya dapat direalisasikan dalam waktu yang lama, tetapi dengan pertolongan Allah ta’ala dalam waktu singkat dapat dirumuskan dan disepakati bersama oleh kedua negara.

12. Psikologi orang Saudi untuk diajak kerja sama adalah buatlah mereka tersenyum dan tertawa terlebih dahulu.

13. Kerja sama ini juga tidak lepas dari peran Dubes Saudi untuk Indonesia Bpk. Usamah bin Muhammad Asy-Syu’abi, uniknya nama istri dan mertua beliau sama dengan nama istri dan mertua Dubes Indonesia untuk Saudi saat ini Bpk. Agus Maftuh Abegebriel hafizhahumallah.

14. Kunjungan Raja Salman hafizhahullah telah didahului oleh kunjungan sebuah lembaga super elite Saudi yang dinamakan Majelis Syuro, dan ini adalah sebuah penghormatan besar terhadap Indonesia dan menunjukkan keseriusan Saudi dalam kerja sama ini.

15. Rombongan Majelis Syuro dipimpin oleh Asy-Syaikh DR. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Aalusy Syaikh hafizhahullah.

Penulis berkata: Beliau adalah keturunan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, seorang ulama besar Ahlus Sunnah yang banyak difitnah, alhamdulillah kami telah menulis sebuah buku untuk meluruskan berbagai tuduhan yang tidak benar kepada beliau dengan judul: “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan (Bantahan Ilmiah terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi)”

*Nasab Ketua Majelis Syuro Saudi Arabia Selengkapnya:* Asy-Syaikh DR. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim bin Abdul Lathif bin Abdur Rahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahumullah.

*Ayahnya:* Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah adalah Mufti Saudi Arabia di masanya. Mufti dan Menteri Agama Saudi Arabia saat ini juga dari keturunan Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, yaitu Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Aalus Syaikh dan Asy-Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Aalusy Syaikh hafizhahumullah.

*Kakeknya yang ketiga:* Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Hasan adalah penulis kitab *”Fathul Majid bi Syarhi Kitab At-Tauhid”* sebuah buku penjelasan terhadap *Kitab Tauhid* yang ditulis oleh kakeknya.

Inilah pengenalan sekilas keluarga ulama besar Ahlus Sunnah yang banyak membantu Kerajaan Saudi Arabia, termasuk kerja sama antara Saudi dan Indonesia ini.

16. Majelis Syuro Saudi Arabia bertemu dengan DPR RI dan Bpk. Presiden Jokowi. Bersama DPR RI tercapai kerja sama dalam menangkal aksi-aksi kekerasan dan terorisme, serta bersama-sama menyebarkan kedamaian.

17. Salah satu misi utama kerja sama Saudi Indonesia adalah untuk menyebarkan ajaran Islam yang bersifat pertengahan dan kasih sayang (ajaran Islam yang sebenarnya, pen).

18. Pak Dubes juga menepis anggapan Saudi tidak memberi peran kepada kaum wanita secara proporsional.

19. Kata orang Arab: Wisata di Indonesia bagus tapi sayang jalanannya macet.

20. Mengapa masyarakat Indonesia sangat antusias menyambut Raja Salman?

Pertama: Karena suasana kebatinan (ikatan batin persaudaraan Islam, pen).

Kedua: Persahabatan yang sudah sejak lama. Raja Faishol rahimahullah mengatakan dalam pidatonya tahun 1970 di Indonesia: “Persahabatan Saudi dan Indonesia adalah fakta sejarah. Pengingkaran terhadap persahabatan tersebut sama saja pengingkaran terhadap matahari di siang bolong”.

Penulis berkata: *Bersaudara dan bersahabat yang hakiki adalah atas dasar keimanan, dari bangsa dan negara mana pun seorang muslim adalah saudara kita, apalagi yang berasal dari negeri Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan Pelayan Dua Kota Suci Makkah dan Madinah, masih adakah hati seorang muslim yang tega membencinya…?!
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” [Al-Hujurat: 10]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ المُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan sebuah bangunan, satu dengan yang lainnya saling menguatkan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِى تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi dan berlemah lembut di antara mereka bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit hingga tidak bisa tidur dan merasa demam.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu’anhu]

Ahlan wa Sahlan Saudara Yang Mulia Raja Salman dan Rombongan Hafizhakumullaah…!

Penulis: Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

 

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY